h1

mencintai, membebaskan

October 10, 2009

 

 

“Jangan menggantungkan perasaan dan harapanmu pada orang lain,

karena kamu akan kecewa

 

ketika kita membebaskan orang lain,

baru kita bisa bebas,

 

setelah kita bebas,

baru kita dapat mencintai orang lain

dengan seutuhnya,

 

seperti Tuhan mencintai kita

secara sempurna.”

 

[ehpp’s voice]

 

Jogja – Cikarang, Night,  Phone, Voice

Thursday, 23072009, 19:00 way

ehpp – ndn

h1

memoar

October 10, 2009

 

 

“Nilai dirimu tidak akan berkurang atau bertambah, ketika orang lain lupa atau ingat pada dirimu, tetapi yang terpenting adalah bagaimana Tuhan bersikap terhadapmu.”

 

Itu adalah pesan terakhirnya

yang menutup obrolan nggak penting kami tentang masa yang akan datang.

 

Kenapa aku bilang ‘nggak penting’ (?)

 

Coz sejak semula aku hanya berkutat pada pemikiran dangkalku tentang perpisahan, tentang harapanku agar terus diingat oleh orang yang tidak berada di dekatku, bersamaku,

ngotot menahan komitmen orang dalam menanggapi pangglian hidupnya, padahal aku sadar betul dan tahu aku salah, dan pendirian serta keputusannya tentang hal itu tidak mungkin berubah,

dia meladeni semua pertanyaan childishku,

ucapan-ucapan rasionalku yang setelah kurenungkan kembali ternyata sungguh tidak mengadung hikmat,

dan menjawab beberapa pertanyan konyolku,

yang sesekali dia sisipi dengan pertanyaan

“apakah itu penting?” dan “untuk apa?” atau “mengapa?”

lalu berlanjut pada rentetan pertanyaan lain yang memaksaku atau lebih tepatnya menggiringku untuk mengajukan pertanyaan itu pada diriku sendiri tanpa mampu aku jawab.

Ketika akhirnya dia mengucapkan hal-hal yang tidak aku mengerti,

dan aku bertaya padanya dengan rumus yang sama, seperti yang pernah dia ajukan padaku,

dia berkata “tidak segala sesuatu perlu ada alasan dan penjelasan.”

 

Bukan selakasa janji yang dia ucapkan,

tetapi justru permaknaan akan hidup

dan kenyataan yang mungkin akan kami jelang.

Sedikitpun tampak tak ada kepastian.

Namun entah kenapa aku sama sekali tidak merasa takut,

bahkan ketika mungkin nanti kami akan saling melupakan.

 

“but, i will remember you.”

 

Jogja – Cikarang, Night,  Phone, Voice

Wednesday, 29072009, 17:01:49 + 33’ way

ehpp – ndn

h1

perjumpaan kembali

October 10, 2009

 

 Sampai ketemu lagi

 

 Itu adalah kalimat terakhir yang aku dengar melalui suaranya, 3 bulan lalu.

 

Kalimat umum memang, yang mungkin cukup sering kita dengar,

namun bagiku memberi makna yang amat dalam,

setelah sebelumnya dia berikan penjelasan,

bahkan sempat mengajarku untuk dengan tegar mengucapkannya,

dengan doa, senyum, dan tanpa air mata.

 

“Makanya saya selalu bilang, ‘sampai ketemu lagi’, itu ya entah ketemu lagi di sini, atau kalaupun tidak, nanti akan bertemu lagi di sorga….”

 

Ya, dan aku lega, dari semua diksi yang ada,

kata-kata itulah yang dia pilih untuk diucapkan padaku,

di saat terakhir.

 

Setelah sejak 5 bulan lalu aku bergulat dalam pergumulan yang dalam tentang makna perpisahan,

dan berkutat dalam tanya,

“mengapa harus ada perpisahan, Tuhan, setelah Kau pertemukan?”

akhirnya aku mulai mengerti bahwa,

 

Tanpa perpisahan, tidak akan ada perjumpaan kembali.

 

Ya. Perjumpaan kembali. Itu pasti. Pasti terjadi.

dan aku akan menantikan saat itu dengan setia.

 

 

Terimakasih Tuhan buat setiap perpisahan yang boleh kami alami.
Ajar kami untuk terus saling meneguhkan di dalamMu ketika kami jauh.
Dan ketika Kau pertemukan kami semua kembali, biarlah itu hanya bagi kemuliaan namaMu.
Amin.
 

‘sampai ketemu lagi, Bang’

 

 

Jogja – Cikarang, Night,  Phone, Voice

Wednesday, 29072009, 20:43:11 way

ehpp – ndn

h1

yup

September 17, 2009

Silence
Tells me secretly
Everything

 

(ni lirik lagu orang loh..let the sunshine nya hair)

 

 

h1

lingkar kambium

September 2, 2009

merinding!

h1

prayer for a friend

September 2, 2009

Prayer   for   a  Friend

[ by: Casting Crowns ]

 

Lord I lift my friend to You.

I’ve done all that I know to do.

I lift my friend, to You.

Complicated circumstances

have clouded his view.

Lord I lift my friend up to You.

 

I fear that I won’t have the words

that he needs to hear.

I pray for Your wisdom , oh God.

And a heart that’s sincere.

And Lord I lift my friend up

to You.

 

Lord I lift my friend to You.

(the wish ) my best friend in the world,

I know he means much

more to You.

I want so much to help him, but

this is something he has to do.

Lord I lift my friend up to You.

 

There’s a way that seems so right to him.

But You know where that leads.

He’s becoming a puppet of the world.

Too blind to see the strings.

And Lord I lift my friend up to You.

 

Lord I lift my friend to You.

I’ve done all that I know to do.

I lift my friend, to You.

 

 

 

Lord, i lift bang Erwin to You

 

 

h1

sakit

August 12, 2009

pada waktuNya nanti,

kita akan mengalami rasa sakit yang membawa pada                       proses pemulihan.

 

-selamat menikmati dan mensyukuri sakit-
h1

bukan kalkulasi makna

July 25, 2009

GOOD – GOD = O

 

BEST + A = abest, baest, besat, besta, BEAST

 

 

Apa yah itu tadi?

Ini penjelasannya,, (lumayan aneh lah.. tapi ngga apa-apa, hehe :P )

 

 

1*

GOOD – GOD = O

Kebaikan tanpa menyertakan Tuhan, hasilnya Nol!

 

‘Baik’ emang relatif.

Dalam arti gini. Pernah kan kita semua berbuat, bertindak, bertingkah, berpikir, berucap, berangan, ber apa aja, yang menurut kita itu baik, berawal dari cita-cita yang baik, bercara baik, dan berdampak baik.

Tapi sering kita lupa menggali relung yang paling dalem (halah :P ).

buat menyelidiki hati lagi, buat mencari tau,

atas dasar apa kita anggap hal itu baik, kenapa n kog bisa,

dan apa bener ini yang Tuhan mau.

Bukan sekedar mikir dua, tiga, atau tujuh kali sebelum bertindak,

tapi lebih kepada menanamkan hikmat dalam diri kita

dan menuangkannya pada permaknaan yang hendak diwujud nyatakan.

 

 

2*

BEST + A = abest, baest, besat, besta, BEAST

Yang terbaik, jika ditambah dengan ketiadaan (A), hasilnya bisa tanpa  makna, bahkan mungkin.. buruk.

 

Segala yang terbaik yang boleh kita rencanakan, pikirkan, angankan, lakukan, ucapkan, apa-apakan,

kalo ditambah dengan ketiadaan, ditambah dengan hal-hal yang tidak pada tempatnya, tidak sesuai porsi dan kadarnya, atau juga tidak tepat waktunya,

maka akan kehilangan makna (menjadi abest, baest, besat, besta),

bahkan dapat pula melahirkan hasil yang kurang baik (beast).

 

 

 

“Terimakasih buat mbak Esti dan mas Yosef,

yang mengajari aku banyak hal,

khususnya tentang tulisan ini,, Gbu.”

=)

 

 

Senin, 20 Juli 2009

 

Ketika semakin mengerti bahwa tak ada yang cukup layak

untuk mengganti ungkapan perasaan kita.

 

 

 

Tuhan,

Ampuni aku yang kerap membuat mereka terluka,

Pulihkan mereka yang tersaikiti olehku.

Thanks God..

h1

Tilang (!)

July 20, 2009

 

Akhirnyaaaaa!!!!

Ini dia yang aku tunggu-tunggu.

Makin komplit juga pengalamanku.

Khususnya pengalamanku bareng kucing besi item.

(buat kalian yang ngga tau apa itu kucing besi item, ini ada sedikit clue -moga bisa bantu mengakhiri rasa penasaran :P – )

: burung besi = pesawat;  nah.. kalo ikan besi = kapal.

So, kucing besi? Apa lagi kalo bukan motor.

 

Secara logika emang ga pernah berharap ini terjadi (terutama di jam-jam darurat berangkat kerja kayak kemarin).

Tapi secara tiap sel (halah), pengen buangedd ditilang. Hehe, ga tau kenapa.

Pengen aja ngerasain.

 

Sabtu siang panas, 18 Juli 2009.

Deket Tugu jogja.

SIM .. uowh..di mana kamu

(pliss..jangan bilang aneh. Udah jelas di dompet ga ada masihjuga dicari-cari, haq haq haq..)

Mana yang bikin malu banget (malu ma diri sendiri),

adalah : di awal kisah penilangan pake acara acting with pak becak pinggir jalan

dengan dialog keren seputar ‘letak stasiun tugu’,

yang ternyata justru bikin rencana kaburku gagal dengan sukses,

tapi berhasil menggiring polisi itu untuk menilangku.

Hmpf..parah.

Asik.

*peace*

 

 

 

h1

doa piwi

July 20, 2009
doa piwi

doa piwi

ngga banjir, tapi cukup bikin kaca mataku ikut basah, setelah sebelumnya dadaku rasanya sesak penuh geli plus haru. n emang dari tadi dingin, tapi baru kali ini merinding di depan compie.

piwi. aku ngga nyangka dia akan tulis doa semacam itu, ketika beberapa – anak-anak lain doa minta mobil atau games. .

 

“Yesus sahabatku” jadi tema Kebaktian Anak Terang sore itu, sabtu 16 mei 2009.

sejak awal acara mengalir banget. n ternyata anak-anak kecil itu bisa juga nyatu dalalm format kebaktian, yang dirangkai dalam pujian penyembahan, dilanjut slide show gt, lalu masuk ke firman yang dibawakan Pdt Firdaus plus permainan dari beliau yang nyangkut tema, n klimaksnya ada pada penulisan doa oleh tiap anak, yang nantinya kertas-kertas doa tersebut akan ditempelkan pada tali-tali yang mengikat rangkaian 15 balon gas yang siap diterbangkan.

balon doa.

begitu semangatnya anak-anak sekolah minggu nulis doa, ada juga yang semangat mendikte kakak pembimbing dengan doanya karena belum bisa nulis..

dan inilah doa piwi, adekku..

Tuhan tolong jaga dan
lindungi aku supaya
tidak terjadi yang
aneh seperti gempa
tolong lindungi
keluarga dan ….(tak terbaca)
.. kunaikkan doa
ini terimakasih
(lanjutan yang tak tampak di foto: Tuhan amin.)

 

di depan gereja, di tengah lingkaran besar anak-anak generasi terang sekolah minggu GKJ Medari, tali pun dipotong.

balon-balon itu naik ke langit, begitu pula doa yang dinaikkan adikku, piwi.  

 

untuk setiap doa yang telah diterbangkan, atau mungkin yang tak sempat ditulis, bahkan tak mampu diutarakan, aku mau katakan, “Amen.”